NUNUKAN – Proses verifikasi seluruh aset perkebunan yang pengelolaannya dipercayakan kepada PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Regional VII di Kaltara ditargetkan rampung paling lambat akhir tahun 2026. Hal ini disampaikan Chief Regional Officer (CRO) PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Regional VII, Mayjen TNI (Purn) Nunu Nugraha jelang kunjungan kerjanya ke sejumlah lokasi perkebunan yang siap mereka kelola.
Kepada satukaltara.com, Nunu mengatakan, verifikasi tersebut dilakukan secara bertahap untuk memastikan kesesuaian data aset dengan kondisi di lapangan, termasuk perkembangan pengelolaan kebun dan hasil produksinya. Lebih jauh dijelaskan pria yang mengawali karier TNI-nya di Kopassus sejak tahun 1986 ini, pengecekan dilakukan secara berjenjang, yakni tim terlebih dahulu turun ke lapangan untuk memeriksa aset yang akan dikelola. Selanjutnya, tim tersebut akan menyampaikan laporan kepada pimpinan sebelum dilakukan pemeriksaan langsung guna memastikan kesesuaian data.
“Yang utama ini adalah yang sudah dikelola. Bagaimana hasilnya, betul enggak hasilnya? Kalau sudah laporan ke saya, saya turun untuk melihat langsung. Apakah ini (sudah) sesuai dengan data yang disampaikan? Setelah itu baru kita ke jenjang selanjutnya,” katanya.
Nunu menilai, pemeriksaan langsung ke lapangan sangat penting dilakukan agar pengawasan tidak hanya bergantung pada laporan administratif. Dengan begitu, kondisi faktual di lapangan dapat diketahui dan menjadi dasar pengambilan keputusan.
“Kalau enggak begitu, kita hanya duduk di atas meja, dapat laporan. Begitu terjadi sesuatu, enggak ada yang salah karena kita sudah antisipasi berdasarkan laporan tadi,” tegasnya.
Nunu juga mengatakan, proses verifikasi membutuhkan waktu karena aset yang dikelola tersebar di sejumlah wilayah dengan luasan dan kondisi berbeda. Beberapa aset juga masih menunggu kelengkapan data sebelum dapat ditindaklanjuti.
Karena itu, pihaknya menyusun program kerja secara bertahap dengan menentukan lokasi prioritas serta rencana alternatif dan cadangan apabila terjadi kendala di lapangan. “Pokoknya, sampai tanggal 31 Desember, itu harus terverifikasi semuanya,” tekannya.
Untuk memastikan rencana kerja mereka berjalan lancar, Nunu didampingi Regional Head Hubungan Kelembagaan PT Agrinas Palma Nusantara Regional Kaltara, Brigjen TNI (Purn) Ratman Wiady, Head Regional Officer (HRO) Irwan dan sejumlah pejabat PT Agrinas Palma Nusantara Regional VII juga telah bertemu langsung Bupati Nunukan, Irwan Sabri. Dalam pertemuan tersebut, Nunu dan Irwan Sabri banyak membahas pentingnya keberadaan PT Agrinas Palma Nusantara di Kabupaten Nunukan.
Selanjutnya, sesuai jadwal, tim yang dipimpin Mayjen TNI (Purn) Nunu Nugraha akan kembali bertolak ke sejumlah wilayah di Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan pada Rabu 21 Oktober 2026. Kunjungan kerja ini untuk memastikan kembali data lahan yang sudah diserahkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) kepada PT Agrinas Palma Nusantara belum lama ini. (sq)




