TANJUNG SELOR — Pernyataan salah seorang inovator di Kabupaten Bulungan yang menyebut Pemkab Bulungan lebih terbuka dalam menghargai hasil inovasi masyarakat lokal langsung mendapat tanggapan dari Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. Orang nomor satu di Kaltara ini menepis anggapan bahwa Pemprov Kaltara abai terhadap potensi lokal daerah yang telah teruji dan meraih rekor di tingkat nasional, salah satunya di Bulungan.
Kata dia, Pemprov Kaltara tidak pernah mengabaikan aset dan potensi berharga yang dimiliki oleh Kaltara. Yang telah dicapai putra-putri daerah, baik karya dan inovasi, lanjutya merupakan modal utama dalam pembangunan di Kaltara.
“Justru sebaliknya, setiap prestasi, karya, inovasi, serta potensi lokal termasuk yang berhasil meraih rekor nasional adalah kebanggaan besar bagi Pemprov dan seluruh rakyat Kalimantan Utara,” ujar gubernur 2 periode tersebut.
Dia juga mengatakan, potensi lokal yang sudah teruji serta mengukir rekor nasional pasti memilik dampak. Namun, kata dia, pemerintah juga harus melangkah secara bertahap untuk memastikan potensi tersebut membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Namun, pasti kita arahkan menjadi yang terbaik, sehingga memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kaltara,” jelasnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Zainal menegaskan, pihaknya akan memperkuat sinergi dengan berbagai instansi dan pemangku kepentingan agar upaya tersebut mencapai tujuannya dan berkembang secara optimal. Pemprov Kaltara juga, kata Zainail, berprinsip pada transparansi dan partisipasi publik. Dalam hal ini, pemerintah selalu terbuka untuk mengevaluasi kinerja serta mengundang para penggerak, penemu, dan peraih prestasi lokal untuk berdiskusi langsung dengan dinas terkait.
“Kita pelan-pelan menuju ke yang terbaik bagi masyarakat kaltara. Serta, kita juga akan kaloborasi dengan berbagai instansi untuk mewujudkan elemen- elemen yang ada,” kata dia.
Menutup keterangannya, Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Kaltara siap mendampingi para inovator lokal agar tidak berjalan sendirian, bahkan mendorongnya hingga ke tingkat internasional.
“Kaltara adalah rumah kita bersama. Kritik dan masukan yang membangun adalah energi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik demi kemajuan Kalimantan Utara yang kita cintai,” pungkasnya.
Penyataan Zainal ini sekaligus menjawab kalimat bernada sindiran seorang inovator asal Kabupaten Bulungan bernama Sumiati Mimi. Hal itu disampaikan Mimi usai usai peluncuran program Sinergi Tata Kelola Kekayaan Intelektual (SI KEKAL) di Auditorium Universitas Kalimantan Utara (Unikaltar), Jumat (23/10/2026) lalu.
Dalam penganugerahan ini, Mimi –sapaannya– mengapresiasi Pemkab Bulungan yang disebutnya sangat menghargai hasil inovasi yang dikembangkan oleh masyarakat hingga menjadi kebijakan daerah. Sebaliknya, ia menilai inovasi di tempat lain yang juga dinobatkan sebagai juara 2 tidak dimanfaatkan oleh pemerintah. Justru, kata dia, mereka mengadopsi inovasi dari tempat lain.
“Saya menerima penghargaan inovasi lagi untuk yang keempat kalinya. Inovasi kami telah menjadi kebijakan Pemkab Bulungan,” ungkap Mimi. (rk)




