NUNUKAN – Kualitas pengerjaan drainase di depan Puskesmas Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Nunukan, menjadi sorotan DPRD. Pemasangan batu yang tidak merata, ketebalan pekerjaan yang dipertanyakan, hingga tidak terlihatnya papan informasi proyek memicu desakan evaluasi terhadap Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Ketua Komisi I DPRD Nunukan, Andi Muliono, meminta Dinas PU segera turun ke lapangan untuk memeriksa pekerjaan tersebut, terutama karena pengerjaan disebut berlangsung pada malam hari dan pengawas tidak terlihat di lokasi.
“Yang kami lihat di lapangan, kualitas pekerjaannya sangat buruk dan tidak pantas. Kami meminta Dinas PU segera melakukan evaluasi dan memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis,” tegas Andi, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, pekerjaan malam hari membutuhkan penerangan memadai dan pengawasan langsung agar mutu pekerjaan tetap terjaga. Ia juga menyoroti tidak terlihatnya papan informasi proyek yang dinilai penting untuk menjamin transparansi penggunaan anggaran pemerintah.
“Papan proyek itu kewajiban. Pelaksanaan pekerjaan juga harus memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh para pekerja,” ujarnya.
6Andi mendesak Dinas PU memeriksa kondisi drainase paling lambat Kamis (29/10/2026) pagi. Jika ditemukan ketidaksesuaian, ia meminta perbaikan segera dilakukan. Bahkan, pergantian pelaksana perlu dipertimbangkan apabila kualitas pekerjaan tidak dapat diperbaiki.
Ia menegaskan, evaluasi sejak dini penting agar anggaran pemerintah tidak terbuang untuk pekerjaan yang tidak memenuhi standar. Jika persoalan tersebut tidak ditindaklanjuti, Andi menyatakan akan membawanya ke tingkat pemerintah provinsi hingga Presiden Prabowo Subianto.
Hingga berita ini dibuat, Dinas PU Kabupaten Nunukan belum memberikan keterangan resmi mengenai kualitas pekerjaan, pengawasan di lapangan, maupun papan informasi proyek tersebut. (ryn)




