Kaltara Nunukan

Latihan Tempur, Puslatpur Nunukan Dipermanenkan untuk Tiga Matra TNI

TEMPUR : Dua unit kendaraan termpur terlihat ikut dalam pertempuran yang digelar di kawasan Sebuku belum lama ini.

NUNUKAN – Dentuman munisi tajam dan suara ledakan yang bersahut-sahutan menggema saat ratusan personel TNI menggelar Latihan Antar Kecabangan (Latancab) di kawasan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Di balik latihan tersebut, kawasan tersebut disiapkan menjadi Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) permanen yang dapat digunakan TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), hingga Angkatan Udara (AU).

Puslatpur ini diproyeksikan menjadi fasilitas strategis untuk mendukung latihan militer lintas matra. Keberadaannya juga memperkuat sarana pertahanan di wilayah Kalimantan bagian utara yang selama ini belum memiliki pusat latihan tempur serupa.

Dansatgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia Yonkav 8 Narasinga Wiratama, Letkol Kav Dian Kriswijaya mengatakan, Puslatpur ini rencananya akan diresmikan Panglima TNI, meski jadwalnya masih menunggu kepastian. Selain itu, kawasan latihan ini nantinya tidak hanya digunakan satuan TNI di Kalimantan Utara, tetapi juga berpotensi menjadi lokasi latihan bagi satuan dari berbagai wilayah Indonesia.

“Jadi, di daerah Sebuku sekarang ada pusat latihan tempur baru TNI. Bukan TNI AD, tetapi TNI. Jadi, cakupannya bisa digunakan Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Angkatan Darat,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Sebelumnya, kawasan Sebuku telah digunakan untuk Latancab yang melibatkan sekitar 1.500 hingga 2.000 personel. Yonif 614/Raja Pandhita menjadi unsur utama, didukung satuan kavaleri, zeni tempur, artileri medan, serta unsur lain dari jajaran Kodam VI/Mulawarman.

Hadir untuk Masyarakat, PT PRI Dukung Pembangunan Sosial di Tarakan

Latihan tersebut menguji kemampuan prajurit dalam menjalankan operasi di lapangan, mulai dari keterampilan taktis, koordinasi antarsatuan, hingga kerja sama antar kecabangan. Sejumlah Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) juga dikerahkan, di antaranya kendaraan tempur Panzer Badak milik kavaleri dan helikopter Bell dari Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad).

Latihan ini menggunakan munisi tajam dan bahan peledak, termasuk TNT, untuk mendukung skenario pertempuran. Penggunaan persenjataan tersebut membuat dentuman ledakan terdengar selama rangkaian latihan berlangsung.

Direktur Latihan (Dirlat) Kodiklatad, Brigjen TNI Elkines Villando Dewangga Kesumawide, mengatakan Latancab tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis dan taktis, tetapi juga pembinaan mental prajurit.

“Selain mengasah kemampuan teknis dan taktis, Latancab juga menjadi bagian dari pembinaan mental prajurit. Nilai kepemimpinan, loyalitas, jiwa korsa, dan semangat pantang menyerah,” ungkap Dian Kriswijaya.

Pelaksanaan latihan turut disaksikan sejumlah pejabat tinggi TNI AD, di antaranya Danpussenif Mayjen TNI Susilo, Ir Kodiklatad Mayjen TNI Choirul Anam, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, serta Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Mohammad Sjahroni.

Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan personel maupun materiil sesuai prosedur yang berlaku. Ke depan, keberadaan Puslatpur permanen di Sebuku diharapkan memperkuat kesiapan operasional prajurit sekaligus mendukung penggunaan alutsista dalam skenario latihan yang lebih kompleks. Namun, luas keseluruhan kawasan serta jadwal peresmian fasilitas tersebut masih menunggu kepastian.

Ngaku Pernah ‘Ditekan’ Wartawan, Saksi Sebut Lausa Laida Layak dapat Ijazah

Dengan fasilitas yang dirancang untuk tiga matra, Sebuku berpeluang menjadi salah satu kawasan penting dalam mendukung latihan gabungan TNI, sekaligus memperkuat kesiapan pertahanan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. (ryn)

× Advertisement
× Advertisement