TARAKAN — Kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah tidak hanya diukur dari aktivitas industri dan investasi, tetapi juga dari kepedulian terhadap kebutuhan sosial masyarakat. Di Kota Tarakan, program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam membangun hubungan positif antara dunia usaha dan lingkungan sekitarnya.
PT Phoenix Resources International (PRI), yang beroperasi di wilayah Tarakan Utara misalnya. Perusahaan ini menjalankan program CSR yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, sosial keagamaan, lingkungan, dan infrastruktur. Ragam bidang tersebut menjadi bagian dari kontribusi sosial perusahaan yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan setempat.
Tokoh masyarakat Tarakan, Muhammad Hardi menilai, kontribusi perusahaan perlu ditempatkan dalam kerangka kerja sama jangka panjang. Menurutnya, keberadaan investasi industri berpotensi memberikan manfaat lebih luas apabila berjalan beriringan dengan perhatian terhadap masyarakat dan pembangunan lingkungan sekitar.
“Hubungan yang baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat perlu terus dibangun melalui komunikasi terbuka serta kerja sama yang saling menghormati,” ungkap Hardi.
Lurah Juata Laut sekaligus Penasehat Ormas Galak dan Laung Kuning Tarakan juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga hubungan yang kondusif. Pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, dan perusahaan dinilai memiliki peran masing-masing dalam menciptakan ruang komunikasi yang sehat.
Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul perlu dibicarakan secara terbuka dan diselesaikan melalui mekanisme yang tepat. Dukungan terhadap investasi, kata dia, memastikan setiap persoalan ditangani secara bijaksana dan sesuai ketentuan hukum.
Selain kontribusi sosial, keberadaan industri juga memiliki potensi ekonomi bagi daerah. Aktivitas perusahaan dapat membuka kesempatan kerja, meningkatkan kebutuhan terhadap barang dan jasa, serta menciptakan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Senada dengan Hardi, Pengamat Ekonomi, Margiyono juga menilai, keberlanjutan investasi turut ditentukan oleh kualitas lingkungan usaha, termasuk infrastruktur, ketersediaan tenaga kerja, keamanan, kemudahan perizinan, dan kepastian hukum. Dosen di Universitas Borneo Tarakan (UBT) ini juga mengingatkan bahwa manfaat ekonomi investasi perlu dinilai secara menyeluruh dengan mempertimbangkan realisasi investasi, penyerapan tenaga kerja, perkembangan usaha masyarakat, serta indikator ekonomi lainnya.
Dengan cakupan program CSR di berbagai bidang dan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan, kontribusi perusahaan diharapkan dapat terus diarahkan pada kebutuhan masyarakat yang relevan. Transparansi program, komunikasi yang terbuka, dan evaluasi manfaat menjadi elemen penting agar kegiatan sosial perusahaan dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Kota Tarakan.
Pada akhirnya, sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk mendorong investasi yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan mendukung pembangunan daerah. (adv)




