SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaltara Bulungan

Pelayanan Dasar Jadi Fokus 99 dari 170 Inovasi Daerah Kaltara

Pelayanan Dasar Jadi Fokus 99 dari 170 Inovasi Daerah Kaltara
INOVASI: Salah seorang peserta memaparkan gagasan inovasi daerah kepada dewan juri dalam penilaian tahap II Lomba Inovasi Daerah Kaltara 2026 di Tanjung Selor, Rabu (21/10/2026).

TANJUNG SELOR – Pelayanan kesehatan dan pendidikan menjadi fokus utama gagasan yang masuk dalam Lomba Inovasi Daerah (LID) Kalimantan Utara (Kaltara) 2026. Dari 170 pendaftar, sebanyak 99 peserta atau sekitar 58,2 persen mengajukan inovasi di bidang pelayanan dasar.

Gagasan yang ditawarkan antara lain sistem deteksi dini stunting berbasis sensor, platform donor darah terintegrasi, serta layanan pendidikan jemput bola bagi anak-anak pekerja rumput laut di Kabupaten Nunukan.

Selain itu, peserta mengusulkan inovasi berbasis potensi lokal, seperti pengolahan ampas kopi untuk budidaya maggot dan pemanfaatan buah pidada menjadi tepung.

Sebanyak 35 finalis kini mengikuti penilaian tahap II di Hotel Luminor, Tanjung Selor, pada 21–22 Oktober 2026. Kompetisi yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara ini juga diikuti peserta kategori ASN kabupaten/kota sebanyak 27 orang, masyarakat umum 17 orang, ASN provinsi 15 orang, serta pelajar dan mahasiswa 12 orang.

Kepala Bapperida Kaltara Bertius mengatakan, dominasi kategori pelayanan dasar menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap kualitas layanan publik. Karena itu, pemerintah perlu memastikan gagasan yang potensial dapat dikembangkan dan diterapkan.

Ombudsman Soroti Lemahnya Sistem Pengaduan di Instansi Pemkab Bulungan

“Tugas kita sebagai pemerintah adalah memfasilitasi agar ide-ide ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi bisa diinkubasi menjadi purwarupa dan akhirnya diterapkan secara nyata,” ujar Bertius, Rabu (21/10/2026).

Dalam proses penilaian, peserta mendapat masukan dari 14 dewan juri yang berasal dari berbagai lembaga, di antaranya BSKDN Kemendagri, LAN RI, BRIN, akademisi, lembaga internasional, Bank Indonesia, dan media. Inovasi terpilih diharapkan dapat dikembangkan serta direplikasi di kabupaten/kota se-Kaltara.

Panitia menyiapkan penghargaan dalam lima kategori, masing-masing terdiri atas tiga juara dan empat juara harapan. Pemenang memperoleh piagam gubernur, trofi, serta uang pembinaan hingga Rp10 juta bagi Juara I.

Bertius berharap ajang ini tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga memperkuat kemitraan lintas sektor dan membangun budaya inovasi yang berkelanjutan.

Ia berharap, inovasi terbaik dapat terus dikembangkan setelah penganugerahan pada 25 Oktober mendatang sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat di seluruh Kaltara. (rk)

Politik Uang hingga Hoaks, Bawaslu Tarakan Mulai Petakan Kerawanan Pemilu 2029
× Advertisement
× Advertisement