SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KALTARA NUNUKAN

Alat Damkar Nunukan Selatan Terbatas, DPRD: Jangan Tunggu Kejadian Besar

TINJAU : Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, bersama Ramsah saat meninjau kondisi dan ketersediaan peralatan Damkar Sektor Nunukan Selatan.

NUNUKAN – Keterbatasan peralatan Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Nunukan Selatan mendapat sorotan DPRD Nunukan. Pemerintah daerah diminta segera melengkapi peralatan yang dibutuhkan petugas, terutama yang berkaitan dengan keselamatan dan penanganan kondisi darurat.

Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam mengatakan, sejumlah perlengkapan masih terbatas dan belum sepenuhnya mendukung kebutuhan petugas di lapangan.

“Terus terang, kondisi peralatan yang kami lihat sangat memprihatinkan. Petugas dituntut selalu siap menghadapi kebakaran, penyelamatan warga dan berbagai kondisi darurat, tetapi peralatan mereka masih sangat terbatas,” kata Fajrul, Selasa (6/10/2026).

Beberapa peralatan yang dinilai perlu segera ditambah di antaranya tandu, SCBA untuk perlindungan petugas saat berada di lokasi penuh asap, serta chainsaw dengan ukuran lebih besar.

Saat ini, Damkar juga membutuhkan sedikitnya tiga unit chainsaw. Peralatan tersebut tidak hanya digunakan saat kebakaran, tetapi juga untuk menangani pohon tumbang maupun akses yang terhalang.

Dibatalkan Sejak 2020, PT NJL Kembali Ajukan HGU Baru?

“Jangan melihat tugas Damkar hanya memadamkan api. Mereka juga turun ketika ada pohon tumbang, evakuasi dan berbagai kondisi darurat yang membutuhkan peralatan khusus,” tegasnya.

Selain itu, Komisi II menyoroti kebutuhan selang pemadam ukuran 2,5 inci dan 1,5 inci berbahan rubber serta mesin atau pompa portable. Perlengkapan lain seperti APD dan peralatan khusus untuk menangani tawon, ular dan hewan berbahaya juga dinilai perlu dilengkapi.

Fajrul meminta Pemkab Nunukan segera menginventarisasi kebutuhan tersebut dan menghitung anggaran yang diperlukan untuk pengadaannya.

“Kami di Komisi II mendorong kebutuhan ini segera diinventarisasi, dihitung kebutuhan anggarannya, kemudian ditindaklanjuti melalui mekanisme pengadaan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar pembenahan tidak menunggu sampai terjadi kejadian besar. Menurutnya, petugas Damkar yang berada di garis depan harus mendapat dukungan peralatan yang memadai.

Jalan Krayan–Malinau Ditarget 2028, Janji Lama Kembali Diuji

“Petugas pemadam tidak boleh hanya dibekali keberanian. Mereka harus dibekali peralatan yang memadai,” pungkasnya. (ryn)

× Advertisement
× Advertisement